Jumat, 23 Juli 2010

yod Sasmita Pimpin Paguyuban Pasundan Kota Bogor Kamis, 15 Juli 2010

ImageKepengurusan Paguyuban Pasundan Kota Bogor massa Bhakti 2010-2015 dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Paguyuban Pasundan Jawa Barat H. Safei di Balaikota Bogor (15/7/2010). Pelantikan disaksikan Asisten Tata Praja Kota Bogor H. Syarip Hidayat dan jajaran Muspida Kota Bogor.

Pengurus yang berjumlah 41 orang dipimpin Ketuanya H. Iyod Sasmita. Iyod dibantu oleh tiga orang wakilnya yakni Ketua I Aim Halim Hermana, H. Asep Firdaus, dan Hj Yayah Warsiah.

Sedangkan Sekrtaris dijabat R. Tedi SAO Wirakusumah dibantu Sekretaris I dan II yakni Roni Suritoga, dan Ayep Ruhiyat. Bendahara Hj Edna Diani Hasrul dan Wakilnya Hj. Nurhadiati.

Kepegurusan dilengkapi Bidang-Bidang yakni Bidang Organisasi dan Hukum, Pendidikan, Kerohanian, Sosial dan Ekonomi, Seni Budaya, Kewanitaan, Pemuda dan Olah Raga dan Bidang Kesekteriatan Umum.

Ketua Paguyuban Pasundan Jawa Barat H. Safei menegaskan, bahwa kondusifnya organisasi Paguyuban Pasudan tidak terlepas dari ketangkasan para pengurusnya dalam membangun kemitraan dengan Pemerintah Daerah.

Ditegaskan, organisasi tidak akan bisa hidup tanpa adanya jalinan kemitraan. “Insya Allah Paguyuban Pasundan di masing-masing anak cabang keberadaannya akan bisa dirasakan manfaatnya, “ kata Safei.

Safei mengatakan, kemitraan dengan pihak luar sangat dibutuhkan, Kamitraan dimaksud bukan hubungan dengan atasan. Tapi, harus merupakan hubungan mitra kerja, yang harus silih asah, silih dan silih asuh. Artinya, cabang-cabang Paguyuban Pasundan harus dinamis, yang dibuktikan dengan jalinan komunikasi dua arah.

Menurut Safei, paguyuban pasundan harus kompak dalam melaksanakan visinya sesuai diatur dalam anggaran dasar. Di Era Globalisasi sekarang ini orang sunda harus berjuang sekuat tenaga mempertahankan solidaritas kasundaan sehingga sunda tidak terpinggirkan. “ Masyarakat sunda jangan bercerai berai, makanya, perlu terus mempertahankan kekompakan, “ingatnya.

Image

Walikota Bogor yang diwakili Asisten Tata Praja Kota Bogor Ade Syarif Hidayat mengakui, seiring dengan semakin derasnya pengaruh globalisasi, untuk mempertahankan budaya sunda terasa semakin berat, Buktinya, dalam kehidupan sehari-sehari sudah jarang warga Kota Bogor yang berbicara menggunakan bahasa sunda, baik dilingkungan keluarga maupun diantara sesama tetangga.

Apalagi, generasi muda saat ini sepertinya tidak peduli terhadap budaya sunda, Begitu pula diantara remaja putri saat ini sudah jarang sekali terlihat mengenakan pakaian kebaya sunda yang menjadi ciri khasnya remaja putri sunda.

Melihat kenyataan ini sepertinya kita sudah kehilangan tatakrama adat budaya sunda. Hal inilah yang mengundang keprihatinan, akibat semakin menipisnya budaya sunda di sekitar Kota Bogor, “ ungkapnya.

Meski demikian tidak perlu berputus asa, warga sunda harus terus berjuan mempertahankan dan memelihara budaya sunda.“ Kita berharap kepada Paguyuban Pasundan, bagaimana caranya bisa memelihara, merawat, dan mempertahankan budaya sunda agar jangan sampai hilang ditatar sunda, “ pinta Ade. (yan/lani)

Tidak ada komentar: