Konsisten Perangi Kemiskinan dan Kebodohan
By redaksi
Selasa, 22-Juni-2010, 08:06:55 46 clicks Send this story to a friend Printable Version
SERANG – Sekretaris Jenderal Paguyuban Pasundan Prof Dr M Didi Turmudji mengatakan, meski lahir di tanah Sunda, namun keberadaan Paguyuban Pasundan merupakan gerakan untuk memupuk kebersamaan dan rasa nasionalisme, bukan organisasi kedaerahan.
Didi Mencontohkan, salah satu pendiri Paguyuban Pasundan adalah Daeng Kandoeroean Ardiwinata yang merupakan keturunan Sulawesi yang menikah dengan keturunan Sunda. “Paguyuban Pasundan lahir untuk kebersamaan dan keberadaan kami untuk membesarkan Indonesia dan bagaimana memerangi kemiskinan dan kebodohan,” kata Didi saat bersilaturahim ke Redaksi Radar Banten, Senin (21/6).
Rektor Universitas Pasundan berkunjung bersama Ketua Panitia Kongres ke-41 Paguyuban Pasundan M Budiana, Koordinator Wilayah Paguyuban Pasundan Banten, Aman Sukarso, dan Sekretaris Koordinator Wilayah Paguyuban Pasundan Banten Heri Erlangga. Mereka diterima Pemimpin Redaksi Mashudi, Redaktur Pelaksana Ahmad Lutfi, dan Koordinator Liputan Aas Ahmad Arbi Syahrostani.
Upaya memerangi kebodohan dan kemiskinan, kata Didi, akan menjadi konsentrasi program yang akan dibicarakan pada Kongres Paguyuban Pasundan ke-41, 26-28 Juli 2010 di Hotel Sol Elite Marbella, Anyer, Kabupaten Serang. Pada kongres tersebut, kata dia, Paguyuban Pasundan akan merajut kebersamaan memerangi kebodohan dan kembali pada basis pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kesejahteraan sosial.
Ketua Panitia Kongres Paguyuban Pasundan M Budiana menambahkan, Paguyuban Pasundan memiliki 104 lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan tinggi, menengah, dan dasar. “Kami memiliki empat perguruan tinggi yang jumlah mahasiswa aktif mencapai 16 ribu,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, pada kongres nanti akan hadir sekitar 600 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. “Mudah-mudahan, dua gubernur yaitu Gubernur Banten (Ratu Atut Chosiyah-red) dan Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan-red) dapat hadir pada saat pembukaan kongres nanti. Gubernur Jakarta Fauzi Bowo juga diundang,” ujarnya.
Koordinator Wilayah Paguyuban Pasundan Banten Aman Sukarso mengaku bangga Banten dijadikan lokasi kongres. “Kami cukup bahagia dan mudah-mudahan akan memacu Paguyuban Pasundan di Banten untuk meningkatkan kiprahnya memerangi kebodohan dan kemiskinan,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Radar Banten Mashudi menyambut baik kunjungan pengurus Paguyuban Pasundan . Kata Mashudi, meski menyandang nama Pasundan, ternyata Paguyuban Pasundan telah menjadi organisasi modern dan besar. “Apalagi tujuannya sangat mulia memerangi kebodohan dan kemiskinan. Pelaksanaan kongres nanti, kami siap bermitra,” ujarnya.(run/yes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar